FNEWS.ID, JAKARTA – Bahasa daerah kembali mendapat ruang melalui musik. Penyanyi Wa Ode Kartika Sari atau Kartika Waode merilis single Wuna Liwu Kasintaha, sebuah karya berbahasa Muna yang membawa pesan tentang tanah kelahiran, kehidupan masyarakat dan warisan budaya Wuna.
Single tersebut dirilis pada Minggu (27/9/2026) pukul 09.00 WIB. Berbeda dengan lagu populer yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, Wuna Liwu Kasintaha mempertahankan bahasa Muna sebagai bagian utama dari karya.
Pilihan tersebut membuat lagu ini tidak hanya dapat dilihat sebagai karya musik, tetapi juga sebagai salah satu medium untuk memperkenalkan bahasa daerah kepada pendengar yang lebih luas.
Kartika mengatakan, lagu tersebut memiliki pesan yang berkaitan erat dengan kecintaan terhadap Muna.
“Wuna Liwu Kasintaha itu tentang kecintaan terhadap tanah Muna. Ini bukan hanya lagu, tetapi juga bentuk apresiasi saya kepada daerah dan kepada papa saya,” kata Kartika.
Dalam bahasa Muna, Wuna Liwu Kasintaha dimaknai sebagai “Muna Daerah Tercinta”. Judul tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami keseluruhan pesan lagu yang banyak berbicara mengenai Wuna sebagai tanah kelahiran.
Bagi Kartika, keberadaan karya berbahasa daerah memiliki arti penting karena budaya tidak hanya diwariskan melalui benda-benda tradisional atau upacara adat. Bahasa, menurutnya, juga menjadi bagian dari identitas yang perlu terus digunakan dan diperkenalkan.
Musik kemudian menjadi salah satu cara yang memungkinkan bahasa tersebut hadir dalam ruang yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Kartika berharap karya seperti Wuna Liwu Kasintaha dapat didengar oleh generasi muda dan tidak berhenti sebagai lagu yang hanya dikenal oleh masyarakat Muna.
“Tagline-nya, karya ini adalah nasihat yang hidup dari cinta. Tentang adat istiadat dan warisan,” ujarnya.
Pesan mengenai warisan budaya tersebut terlihat dari lirik lagu yang menggunakan bahasa Muna untuk menggambarkan hubungan manusia dengan Wuna. Ada ungkapan mengenai tanah, kehidupan, cerita dan kebersamaan yang dirangkai dalam bentuk syair.
Di tengah perkembangan industri musik digital, penggunaan bahasa daerah menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Lagu daerah kini dapat didistribusikan melalui platform digital sehingga tidak lagi terbatas pada ruang pertunjukan atau komunitas tertentu.
Kartika sendiri berharap langkah tersebut dapat membuka kesempatan untuk membawakan lebih banyak lagu daerah dari berbagai wilayah.
“Harapannya bisa menyanyikan lagu daerah lain, bukan hanya lagu daerah asal Muna,” katanya.
Dalam proses produksinya, lirik atau syair Wuna Liwu Kasintaha ditulis oleh Laode Iskandar Tuga. Melodi atau nada digarap oleh Angkasa Thulo, sementara proses composer dan music engineer dikerjakan oleh Cikita dan Angkasa Thulo.
Single tersebut kini tersedia melalui sejumlah platform digital, termasuk YouTube, Spotify dan Joox. Video lengkapnya dapat disaksikan melalui kanal YouTube @KartikaWaode.Official.
Kehadiran lagu seperti Wuna Liwu Kasintaha menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga identitas daerah di tengah perubahan selera musik.
Bahasa yang digunakan dalam lagu tidak sekadar menjadi rangkaian kata. Di dalamnya terdapat cara masyarakat menyebut tanah kelahiran, menggambarkan kehidupan dan menyampaikan pesan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, ketika lagu tersebut diperdengarkan kembali melalui platform digital, yang ikut bergerak bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga bahasa dan cerita tentang Wuna.
Lirik Lagu Wuna Liwu Kasintaha
BASITIEHI MELATENO WEKOLIWUNO
FEKIRI DUA WITE KALENTEHAMU
MOSI RAHAMU SATDIA NONINIANGKO
SIO-SIOMO NOKESA KADADIHAMU
INTAIDI NEWITENO WUNA INI
TAE KAPIHI MIE SOFOTANGARINO
DAMOFGIRAE KOSIKATDI MODAINO
NEMBALIHGO WUNA LIWU KASINTAHA
DAMORATOE MEOWANO LIWU INI
NAMEKIRIE METUTURANO WITE
PANEMBALI DEHAMBATI KANANDOO
WITENO WUNA LIWU SIBARINTOINI
DATUMAPIE TULA TULANO WUNA
DAMAHAMUE TULA TALANO WITE
NOTANGKA LIWU NOTANGKA BARI BARIE
DATUMOLA SIBARI BARINTO INI
Laporan: Redaksi









