Ekor yang Menyimpan Cerita: Membaca Karakter Kucing dari Panjang dan Pendeknya Ekor

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID – Pagi itu, halaman rumah masih basah oleh sisa hujan malam. Seekor kucing ekor panjang tampak duduk di ambang pintu, diam, nyaris tanpa suara. Ia memperhatikan daun yang jatuh, semut yang berlalu, dan langkah manusia yang baru terbangun. Tak lama kemudian, seekor kucing lain muncul dengan ekornya yang pendek, nyaris seperti pompom kecil. Ia berlari, mengeong, lalu meloncat ke kursi seolah ingin memastikan seluruh rumah tahu: hari sudah dimulai.

Dua kucing.
Dua ekor yang berbeda.
Dan dua cara berbeda memaknai dunia.

Bagi sebagian orang, ekor kucing hanyalah pelengkap tubuh. Tapi bagi mereka yang hidup berdampingan dengan kucing, ekor adalah bahasa, isyarat, bahkan cerminan kepribadian.

Ekor: Perpanjangan Tulang, Perpanjangan Emosi

Secara anatomi, ekor kucing merupakan lanjutan dari tulang belakang, terdiri dari 18–23 ruas tulang kecil yang disebut caudal vertebrae. Pada kucing ekor panjang, susunan ini lengkap dan fleksibel. Pada kucing ekor pendek, jumlah ruasnya lebih sedikit atau bentuknya melengkung akibat mutasi genetik alami.

Mutasi ini bukan hal baru. Catatan tentang kucing berekor pendek telah ada ratusan tahun lalu di Jepang dan kawasan Eurasia. Di sanalah kemudian dikenal ras Japanese Bobtail, kucing yang dalam budaya lokal dianggap membawa keberuntungan.

Namun, sains mencatat satu hal penting:
bentuk fisik memengaruhi cara kucing bergerak, mengekspresikan diri, dan berinteraksi.

Kucing Ekor Panjang: Tenang, Mengamati, dan Memilih Diam

Kucing ekor panjang sering digambarkan sebagai sosok yang kalem. Mereka tidak selalu menjadi pusat perhatian, tetapi kehadirannya terasa. Banyak pemilik kucing ekor panjang menyebut peliharaannya “bijaksana” atau “dewasa sebelum waktunya”.

Secara perilaku, kucing ekor panjang cenderung:

  • Lebih observatif, tidak langsung bereaksi
  • Menghindari konflik
  • Menyukai rutinitas
  • Setia, namun menjaga jarak emosional

Ekor panjang memberi mereka kemampuan komunikasi visual yang kaya. Saat bahagia, ekor akan terangkat perlahan. Saat terganggu, cukup satu kibasan kecil. Saat takut, bulu ekor mengembang, menjadi sinyal tegas bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga:  KPU Sultra Mantapkan Persiapan Debat Publik Terakhir Cagub dan Cawagub

Dalam dunia kucing, ini adalah bentuk komunikasi yang efisien:
tidak perlu suara keras untuk didengar.

Tak heran, banyak kucing rumahan dengan ekor panjang tumbuh menjadi pribadi yang stabil, cocok hidup di ruang yang tenang, dan tidak menyukai perubahan mendadak.

Kucing Ekor Pendek: Aktif, Percaya Diri, dan Penuh Cerita

Berbeda dengan kucing ekor panjang, kucing berekor pendek sering kali tampak “lebih hidup”. Mereka bergerak cepat, mudah beradaptasi, dan tidak ragu menyapa manusia, bahkan yang baru dikenal.

Kucing ekor pendek dikenal:

  • Lebih ekstrovert
  • Aktif dan eksploratif
  • Cepat belajar
  • Sangat sosial

Karena keterbatasan ekor sebagai alat ekspresi, mereka mengembangkan cara lain untuk berkomunikasi: suara, sentuhan, dan gerakan tubuh. Mereka mengeong lebih sering, mendekat lebih cepat, dan tidak jarang mengikuti pemilik ke mana pun pergi.

Bagi sebagian orang, kucing jenis ini terasa seperti “teman ngobrol”.
Bagi yang lain, mereka adalah sumber energi yang tak pernah habis.

Adaptasi: Ketika Tubuh Membentuk Karakter

Menariknya, meski memiliki keterbatasan struktur ekor, kucing bobtail tetap dikenal lincah. Tubuh mereka beradaptasi—otot belakang lebih kuat, pusat keseimbangan bergeser, dan refleks lebih tajam.

Dalam istilah perilaku hewan, ini disebut kompensasi adaptif. Tubuh dan perilaku saling menyesuaikan.

Di titik inilah, perbedaan ekor tak lagi soal fisik, melainkan cara bertahan dan berkembang.

Barangkali itulah sebabnya kucing berekor pendek kerap tampak lebih berani. Mereka terbiasa “maju dulu”, bereaksi cepat, dan menghadapi lingkungan dengan rasa ingin tahu tinggi.

Kesehatan: Sisi Lain yang Jarang Dibicarakan

Meski sebagian besar kucing ekor pendek sehat dan aktif, dunia medis mencatat catatan penting, terutama pada ras tertentu seperti Manx.

Baca Juga:  Jangan Asal Katakan! Begini Arti Kata Goblok dalam KBBI

Mutasi gen yang menyebabkan ekor pendek pada Manx bisa berkaitan dengan:

  • Kelainan tulang belakang
  • Gangguan saraf
  • Masalah pencernaan

Namun, ini tidak berlaku umum. Banyak kucing lokal berekor pendek yang hidup sehat tanpa masalah berarti. Kuncinya terletak pada pemantauan, perawatan, dan breeding yang bertanggung jawab.

Kucing dan Manusia: Cermin Satu Sama Lain

Tak sedikit pemilik kucing yang merasa kepribadian peliharaannya “mirip” dengan dirinya sendiri. Mereka yang tenang sering cocok dengan kucing ekor panjang. Mereka yang aktif dan ekspresif kerap jatuh cinta pada kucing ekor pendek.

Psikolog hewan menyebut ini sebagai mutual selection—manusia dan hewan saling memilih berdasarkan kecocokan energi.

Kucing ekor panjang mengajarkan kita tentang kesabaran dan keheningan.
Kucing ekor pendek mengajarkan kita tentang keberanian untuk hadir dan bersuara.

Bukan Soal Panjang atau Pendek

Pada akhirnya, ekor hanyalah pintu masuk untuk memahami kucing lebih dalam. Karakter sejati mereka dibentuk oleh pengalaman, lingkungan, dan kasih sayang yang diterima.

Namun jika kita mau memperhatikan, ekor—panjang atau pendek—selalu bercerita. Tentang ketenangan, tentang keberanian, tentang cara makhluk kecil ini berdamai dengan dunia yang jauh lebih besar darinya.

Karena di balik setiap kibasan ekor, ada perasaan yang ingin dipahami.
Dan di balik setiap kucing, ada cerita yang menunggu didengar.

Sumber Referensi:

  1. International Cat Care (icatcare.org) – Feline Behaviour & Anatomy
  2. Cornell University College of Veterinary Medicine – Feline Genetics
  3. The Cat Fanciers’ Association (CFA) – Breed Profiles & Temperament
  4. Bradshaw, John. (2013). Cat Sense: How the New Feline Science Can Make You a Better Friend to Your Pet
  5. ASPCA – Understanding Cat Behavior & Health

Penulis : Rizal

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Panjang Koperasi di Indonesia: Dari Hulp EN Spaarbank Hingga Dekopin
Merokok Sebabkan Dehidrasi, Kenali Efek dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Katakan! Begini Arti Kata Goblok dalam KBBI
KPU Sultra Mantapkan Persiapan Debat Publik Terakhir Cagub dan Cawagub
5 Cara Menggunakan AI untuk Keyword Research serta Contoh Prompt-nya
Sabuk Hitam: Simbol Kebijaksanaan dan Pengendalian Diri
Rata Kiri Belakang KPK: Secangkir Kopi, Sejuta Inspirasi
Seorang Ibu di Kendari Diamankan Polisi Karena Menjual Minuman Tradisional Ballo
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 10:27 WIB

Ekor yang Menyimpan Cerita: Membaca Karakter Kucing dari Panjang dan Pendeknya Ekor

Kamis, 10 April 2025 - 11:29 WIB

Sejarah Panjang Koperasi di Indonesia: Dari Hulp EN Spaarbank Hingga Dekopin

Sabtu, 18 Januari 2025 - 09:17 WIB

Merokok Sebabkan Dehidrasi, Kenali Efek dan Cara Mengatasinya

Kamis, 5 Desember 2024 - 08:16 WIB

Jangan Asal Katakan! Begini Arti Kata Goblok dalam KBBI

Senin, 18 November 2024 - 13:00 WIB

KPU Sultra Mantapkan Persiapan Debat Publik Terakhir Cagub dan Cawagub

Berita Terbaru