Tidak Jera! SPBUN Jompi Jaya Sentosa Diduga Kembali Selewengkan BBM Subsidi

- Jurnalis

Jumat, 28 Maret 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID, MUNA – Dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di SPBUN Jompi Jaya Sentosa kembali mencuat. Masyarakat melaporkan bahwa pihak SPBUN diduga menjual solar bersubsidi ke luar pulau dengan harga yang jauh di atas ketentuan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Rino (nama samaran) mengungkapkan bahwa penyelewengan ini dilakukan secara sistematis.

Rino menerangkan, modus yang digunakan adalah mengeluarkan BBM solar bersubsidi pada malam hari saat air pasang. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan di wilayah Tampo Kabupaten Muna, malah dimuat ke kapal papalimba di dermaga jetty Tampo dan dikirim ke wilayah Konawe Selatan, tepatnya di Rumba-Rumba.

“Setiap malam saat air pasang, kapal langsung memuat jeriken berisi solar dan membawanya keluar pulau. Harga yang mereka patok Rp180 ribu per jeriken (20 liter), padahal harga ketentuan hanya Rp145 ribu,” ujar Rino dengan nada kesal. Jumat (28/3/2025).

SPBUN Jompi Jaya Sentosa diketahui menerima kuota 3 tangki solar subsidi per minggu, atau sekitar 12 tangki per bulan. Setiap tangki berisi 8.000 liter (8 KL), yang seharusnya mencukupi kebutuhan sekitar 200–300 nelayan di wilayah tersebut. Namun, diduga ada kelebihan suplai dari Depot Pertamina Pulau Raha yang dimanfaatkan oleh pihak SPBUN untuk menjual solar dengan harga lebih tinggi ke luar pulau.

“Kuota yang masuk pada hari Rabu diduga tidak langsung dijual ke nelayan sekitar Tampo, tetapi ditimbun dan dijual ke luar pulau dengan harga lebih mahal. Ini jelas merugikan nelayan yang berhak mendapatkan BBM subsidi,” lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan ini, pihak manajemen SPBUN Jompi Jaya Sentosa tidak memberikan pernyataan atau jawaban.

Baca Juga:  Aiptu Supriyanto Dapat Hadiah PAG Usai Kembalikan Uang Milik Pemudik Rp100 Juta

Rino pun meminta Depot Pertamina Pulau Raha untuk lebih ketat mengawasi distribusi BBM subsidi di SPBUN Jompi Jaya Sentosa.

“Harus ada pengawasan yang lebih ketat. Jika dibiarkan, nelayan akan semakin kesulitan mendapatkan BBM subsidi dan praktik ilegal ini akan terus berlanjut,” tegasnya.

Kasus dugaan penyelewengan ini semakin menambah daftar panjang persoalan distribusi BBM subsidi di berbagai wilayah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga:  Mahasiswa Blokade Akses Pertamina Raha, Protes Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Satgas Pramuka Peduli Sultra Sampaikan Duka Mendalam Atas Bencana di Sumatera
IKA SMAN 4 Kendari Sambut Mubes 2025: Momentum Perubahan dan Konsolidasi dalam Suasana Kekeluargaan
Permahi Soroti Ketidaktegasan Satgas PKH dalam Penertiban Konsesi Nikel PT TMS di Sultra
Kinerja PT BES dapat Sorotan Positif di Proyek IJD 2025 Muna Barat, Kontraktor Lokal Buktikan Kinerja
dr. Ida Terpilih Pimpin IDI Baubau 2025–2028, Usung Misi Besar “IDI Berdampak”
Ketua Laskar Sarano Tolaki Sultra Desak Penegakan Hukum Tambang Ilegal: “Negara Tak Boleh Kalah oleh Korporasi”
IPR Menduga PT Askon Masih Menambang Ilegal di Konawe Utara, Perintah Presiden Prabowo Diabaikan
65 Pengurus Dewan Kerja Pramuka se-Sultra Ikuti KPDK di Kendari
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:41 WIB

Ketua Satgas Pramuka Peduli Sultra Sampaikan Duka Mendalam Atas Bencana di Sumatera

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:22 WIB

IKA SMAN 4 Kendari Sambut Mubes 2025: Momentum Perubahan dan Konsolidasi dalam Suasana Kekeluargaan

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:22 WIB

Permahi Soroti Ketidaktegasan Satgas PKH dalam Penertiban Konsesi Nikel PT TMS di Sultra

Senin, 1 Desember 2025 - 10:59 WIB

Kinerja PT BES dapat Sorotan Positif di Proyek IJD 2025 Muna Barat, Kontraktor Lokal Buktikan Kinerja

Jumat, 7 November 2025 - 14:06 WIB

Ketua Laskar Sarano Tolaki Sultra Desak Penegakan Hukum Tambang Ilegal: “Negara Tak Boleh Kalah oleh Korporasi”

Berita Terbaru