Ketua DPW Progib Sultra Kecam Penembakan Warga di Bombana, Desak Penindakan Tegas Oknum Brimob

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID, Kendari – Insiden penembakan terhadap seorang warga sipil di lokasi penambangan batu cinnabar di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026), menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) Sulawesi Tenggara, Aguslan Lapobende, mengecam keras tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Brimob Polri tersebut. Ia menilai peristiwa itu sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip perlindungan hak asasi manusia dan mencoreng nama baik institusi kepolisian.

“Tidak ada pembenaran apa pun terhadap penggunaan senjata api kepada warga sipil. Aparat seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru menebar rasa takut,” tegas Aguslan dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Korban penembakan diketahui bernama Jono (53), warga Desa Wambarema, yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tanduale akibat luka tembak di bagian kaki. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA dan sempat memicu ketegangan di lokasi karena warga nyaris terlibat bentrokan dengan aparat bersenjata.

Praktisi Hukum Asal Wambarema Angkat Bicara

Reaksi keras juga datang dari praktisi hukum nasional asal Desa Wambarema, Adv. Sukdar, S.H., M.H., pendiri sekaligus CEO SP Law Firm. Ia mengaku terpukul dan marah mendengar kabar tanah kelahirannya mencekam akibat aksi penembakan.

“Saya sebagai putra asli Wambarema memiliki tanggung jawab moral. Saya mengutuk dan mengecam keras tindakan anarkis dan kebiadaban ini. Tidak ada ruang bagi aparat yang bertindak seperti koboi di hadapan rakyat,” ujar Sukdar melalui kepada media.

Sukdar menyoroti dugaan pelanggaran prosedur oleh empat oknum anggota Brimob Resimen II yang disebut berada di lokasi tanpa kendali operasi yang jelas. Menurutnya, status mereka sebagai personel BKO seharusnya tunduk pada komando dan standar operasional yang ketat.

“Ini indikasi pelanggaran serius terhadap Perkapolri Nomor 4 Tahun 2017 dan Perkap Nomor 1 Tahun 2019. Kapolri harus turun tangan melakukan evaluasi total,” tegasnya.

Desakan Seret Aktor Sipil

Baca Juga:  Yudhi-Nirna Dapat Energi Baru, 500 Warga Maluku Satu Rasa Deklarasikan Dukungan

Selain menuntut penindakan terhadap oknum aparat, Sukdar juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan keterlibatan dua warga sipil berinisial J dan A yang diduga berperan sebagai penghasut di lapangan.

“Informasi dari keluarga korban menyebutkan ada pihak sipil yang membawa dan memprovokasi oknum Brimob ke lokasi. Mereka juga harus dimintai pertanggungjawaban hukum,” katanya.

Empat Personel Brimob Diamankan

Baca Juga:  Anindya Bakrie Sebut Sultra Berpotensi Jadi Daerah Percontohan Pengembangan Ekonomi Nasional

Sementara itu, dilansir dari Antaranews.com, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sulawesi Tenggara telah mengamankan empat personel Brimob Resimen II yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abd. Hakim, membenarkan peristiwa penembakan itu. Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi di area tambang ilegal Desa Wambarema dan saat ini penanganan kasus telah diambil alih oleh Polda Sultra.

“Keempat personel telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sulawesi Tenggara. Proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan sesuai ketentuan hukum,” ujar Abd. Hakim kepada antaranews.com, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, insiden bermula saat sejumlah personel mendatangi lokasi tambang dan meminta aktivitas dihentikan. Adu mulut kemudian terjadi hingga akhirnya terdengar letusan senjata api yang melukai seorang warga.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar proses hukum berjalan dengan baik.

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya
Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau
Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat
Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas
PAGAR PALMERAH Resmi Berdiri, Pedagang Gelora-Palmerah Komitmen Tak Terprovokasi Aksi Anarkis
Warondo Family FC Taklukkan Nihi FC 3-1, Juara Turnamen HUT ke-81 RI di Muna Barat
Dugaan Penipuan Jual Beli Mesin Pengupas Telur, Warga Lombok Klaim Rugi Rp8 Juta
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:57 WIB

Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau

Minggu, 20 September 2026 - 12:37 WIB

Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 - 18:37 WIB

Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas

Berita Terbaru