Sulawesi Tenggara Bentuk Kelompok Kerja REDD+ untuk Percepatan Penurunan Emisi

- Jurnalis

Senin, 17 Februari 2025 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Sulawesi Cipta Forum (SCF) dan berbagai instansi terkait menggelar Pertemuan Kelompok Kerja (POKJA) REDD+. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappeda Sulawesi Tenggara ini bertujuan untuk membahas mekanisme kerja kolaboratif dalam implementasi Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).Senin, (17/2/ 2025).

Menurut Sutrisno Absar, M.Sc., Program Manager Sulawesi Cipta Forum (SCF), implementasi REDD+ sangat penting bagi Sulawesi Tenggara mengingat tingginya tingkat deforestasi akibat illegal logging, kebakaran hutan, aktivitas tambang ilegal, serta konflik lahan.

Ia mengungkapkan bahwa capaian penurunan emisi di sektor hutan dan lahan di Sultra masih sangat rendah, yakni hanya 0,1% dari total potensi 12,8 juta ton CO2eq pada tahun 2023.

“Tantangan terbesar dalam implementasi REDD+ di Sulawesi Tenggara adalah masih lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan hutan dan belum adanya mekanisme kerja yang terstruktur. Oleh karena itu, pembentukan Kelompok Kerja REDD+ ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem yang lebih transparan dan berkelanjutan,” ujar Sutrisno.

Sutrisno yang akrab disapa Nono ini menerangkan, Sulawesi Tenggara sendiri memiliki 2.253 desa yang berpotensi menjadi desa Proklim (Program Kampung Iklim) serta 54 kelompok usaha perhutanan sosial, yang dapat menjadi aktor utama dalam pengelolaan hutan lestari.

“Melalui program ini, diharapkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) bisa mencapai 789.217 ton CO2eq, serta mendorong rehabilitasi hutan, perlindungan kawasan, dan penguatan kelompok usaha tani hutan,” jelas Nono.

Selain itu, Nono menyampaikan dalam pertemuan ini juga dibahas langkah-langkah strategis, seperti penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) REDD+, peningkatan kapasitas pengelolaan hutan, serta pengembangan produk berbasis komunitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani hutan.

“Implementasi REDD+ bukan hanya soal penurunan emisi, tetapi juga soal bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Dengan adanya program ini, petani hutan akan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” tambah Nono.

Lebih lanjut Nono bilang, sebagai langkah konkret, program REDD+ di Sulawesi Tenggara akan diuji coba di wilayah seluas 200.863 hektare di tiga kabupaten/kota.

Baca Juga:  PWI Sultra Rayakan HPN 2025 dengan Semangat Kebersamaan dan Tradisi Unik

Dengan adanya Kelompok Kerja REDD+, diharapkan implementasi program ini berjalan lebih efektif, memberikan kontribusi nyata dalam menekan laju deforestasi, serta mendukung target nasional dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Program ini didanai melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+, yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tutup Nono.

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan
Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya
Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau
Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat
Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas
PAGAR PALMERAH Resmi Berdiri, Pedagang Gelora-Palmerah Komitmen Tak Terprovokasi Aksi Anarkis
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau

Minggu, 20 September 2026 - 12:37 WIB

Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 - 18:37 WIB

Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Feature

Jakarta Memberi Banyak Cerita

Jumat, 30 Okt 2026 - 19:11 WIB