2.285 Desa di Sultra Siap Jadi Pilar Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID, Kendari – Sebuah perubahan besar tengah dimulai dari desa-desa terpencil di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bukan sekadar program birokrasi, namun gerakan sosial-ekonomi yang diyakini mampu membalikkan arus urbanisasi dan membuka harapan baru: Koperasi Merah Putih.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H. Yandri Susanto, membuka langsung pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah tonggak penting dalam pembangunan ekonomi desa yang berbasis potensi lokal dan gotong royong.

Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan, bahwa hal ini bukan hanya seremoni biasa. Dari ujung Baubau sampai pelosok Kolaka Timur, ribuan desa kini tengah bersiap menjalani proses musyawarah untuk membentuk koperasi desa-kelurahan yang digadang-gadang akan menjadi fondasi ekonomi baru masyarakat bawah.

“Kalau ini berhasil, tidak ada lagi alasan masyarakat desa hijrah ke kota. Desa akan menjadi tempat yang menjanjikan dan sejahtera,” ucap Gubernur Andi Sumangerukka, penuh keyakinan. Minggu (25/5/2025).

Gubernur yang akrab disapa ASR ini menerangkan, per 24 Mei 2025, dari 2.285 desa dan kelurahan di Sultra, sebanyak 1.557 telah melaksanakan musyawarah pembentukan koperasi. Sebagian bahkan sudah memiliki akta notaris.

Baca Juga:  ASR Kampanye di Kolaka Timur, Sampaikan Pesan Prabowo

Gubernur menargetkan, seluruhnya rampung sebelum akhir Juni 2025. Dan sebagai pemicu semangat, ia menjanjikan hadiah sepeda motor bagi kepala desa tercepat menyelesaikan pembentukan koperasi.

Kendati tantangan pembangunan desa bukan hal mudah, apalagi kondisi geografis Sultra yang unik, terbagi antara daratan dan kepulauan. Namun Gubernur Andi Sumangerukka meyakini bahwa semangat dan kerja sama akan menjadi kunci.

“Kepala desa dan lurah adalah pahlawan pembangunan. Mereka garda depan untuk memastikan desa tidak tertinggal, melainkan menjadi pusat kemajuan,” tegasnya.

Disamping itu, Gubernur ASR bahkan telah mendorong program lanjutan seperti desa ekspor, desa tematik, dan desa sejahtera berbasis potensi lokal yang siap bersinergi dengan koperasi.

Di tempat yang sama, Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Menteri Yandri Susanto menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih adalah mandat langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, dan bukan program yang membebani keuangan desa.

Baca Juga:  Buton Selatan Geliatkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Nafirudin: Wujud Gotong Royong untuk Kesejahteraan Ekonomi Lokal

Yandri menegaskan, Pemerintah pusat menanggung seluruh proses pendirian, dari notaris, regulasi hingga pembinaan.

“Ini bukan wacana. Ini gerakan nyata. Sudah ada BUMDes yang produknya menembus pasar Eropa. Desa kita bisa mendunia,” ujar Menteri Yandri, memberi contoh sukses dari Provinsi Banten.

Yandri menerangkan, Koperasi Merah Putih akan menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyediakan kebutuhan pokok, mengelola simpan pinjam, dan mendukung kesejahteraan warga. Bagi masyarakat desa, ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

Yandri bilang, dalam jangka panjang, koperasi ini juga akan berperan dalam memperbaiki distribusi pangan, mengatasi permainan harga pasar, dan menjadikan desa sebagai pusat logistik lokal.

Menutup sambutannya, Menteri Yandri menegaskan bahwa impian Indonesia Maju 2045 dimulai dari desa yang kuat. Dan Sultra, dengan gerak cepat dan komitmen pimpinannya, menjadi contoh nyata daerah yang siap melangkah.

“Koperasi Merah Putih adalah kendaraan menuju Indonesia sejahtera. Jika desa kuat, negara pasti hebat,” pungkasnya.

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan
Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya
Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau
Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat
Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas
PAGAR PALMERAH Resmi Berdiri, Pedagang Gelora-Palmerah Komitmen Tak Terprovokasi Aksi Anarkis
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Minggu, 27 September 2026 - 20:57 WIB

Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau

Minggu, 20 September 2026 - 12:37 WIB

Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat

Berita Terbaru