Adian Napitupulu Pertanyakan Efisiensi Anggaran: “Jangan Sampai Rakyat yang Jadi Korban”

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID, JAKARTA – Pemangkasan anggaran besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Prabowo Subianto menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI dari Komisi V, Adian Napitupulu.

Dalam acara Political Show di CNN Indonesia TV, Adian menyoroti dampak kebijakan ini terhadap proyek infrastruktur, pendidikan, dan ketahanan pangan yang justru bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Kita enggak ngerti alat ukur masuk akalnya apa. Sekolah yang tadinya dibangun 9.300 unit jadi nol, madrasah yang tadinya 2.034 unit sekarang cuma 86. Pekerja konstruksi yang jumlahnya 2,5 juta orang bakal kehilangan pekerjaan. Jadi, ini efisiensi atau justru pemangkasan yang memberangus hak rakyat?” kata Adian dengan nada tegas.

Pemerintah mengklaim bahwa kebijakan pemotongan anggaran sebesar Rp306 triliun ini bertujuan untuk efisiensi dan pembiayaan program prioritas. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak sektor vital seperti pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan terkena dampak langsung. Salah satu yang paling parah adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang harus kehilangan anggaran sebesar Rp81 triliun atau hampir 80% dari total anggarannya.

Baca Juga:  835 Titik Panas Terpantau di Indonesia, KLHK: Sulawesi Tenggara Catat Angka Tertinggi

Lebih jauh, Adian juga menyoroti dampak pemotongan ini terhadap ketahanan pangan nasional. “Rehabilitasi saluran irigasi yang harusnya mencapai 16.000 hektare jadi terpangkas, sementara total sawah kita 7,3 juta hektare. Kalau irigasi tidak diperbaiki, bagaimana kita bicara ketahanan pangan?” tambahnya.

Kebijakan ini juga menimbulkan tanda tanya besar terkait prioritas pemerintah. Sementara proyek-proyek infrastruktur yang berdampak langsung ke masyarakat justru terhambat, proyek ambisius seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) juga belum menunjukkan progres yang jelas.

“Anggaran buat IKN kayaknya belum ada. Saya bilang, ‘Mbak, anggaran kita diblokin semua.’ Kalau diblokir itu kan bukan berarti enggak ada, kan anggarannya belum dibuka,” ujar Adian menirukan pernyataan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Namun, bagi Adian, alasan efisiensi tidak bisa menjadi justifikasi jika rakyat yang akhirnya harus menanggung beban.

Ditempat yang sama, Banggar DPR RI melalui anggotanya, Nasir Jamil, mengungkapkan bahwa meskipun ada ruang dalam Undang-Undang APBN 2025 untuk efisiensi anggaran, namun pemotongan sebesar ini mengejutkan banyak pihak.

“APBN kita sudah defisit Rp616 triliun, artinya kita memang sedang dalam situasi sulit. Tapi yang jadi pertanyaan, mengapa beberapa kementerian aman dari pemangkasan, sementara yang lain dipotong habis-habisan?” ujar Nasir.

Kritik terhadap pemangkasan anggaran ini juga datang dari kalangan mahasiswa. Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mustofo yang hadir dalam diskusi ini menyatakan bahwa pemangkasan anggaran berimbas pada sektor pendidikan dan beasiswa.

“Kami khawatir dengan program beasiswa yang tertunda. Jangan sampai ini menghambat masa depan mahasiswa,” kata salah satu perwakilan mahasiswa dalam acara tersebut.

Menanggapi berbagai kritik ini, Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Aswan, meminta publik bersabar.

“Saya yakin Presiden Prabowo sudah memiliki strategi matang. Ini hanya bagian dari penyesuaian awal pemerintahan,” ujarnya.

 

Baca Juga:  Sengketa Pilkada Kendari, Tim Yudhianto-Nirna Fokus Siapkan Bukti di MK

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan
Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya
Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau
Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat
Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas
PAGAR PALMERAH Resmi Berdiri, Pedagang Gelora-Palmerah Komitmen Tak Terprovokasi Aksi Anarkis
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:29 WIB

KNMP Supiori Mulai Dibangun, Tantangan Berikutnya Memastikan Fasilitas Benar-Benar Menghidupkan Ekonomi Nelayan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Ketua DPW GEMPITA Sulut Dukung Biro Wassidik Bareskrim dan Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur di Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Minggu, 20 September 2026 - 13:15 WIB

Jalin Silaturahmi, KK-Buteng Bakal Gelar Mubes Pertama di Baubau

Minggu, 20 September 2026 - 12:37 WIB

Ketua DPD PAN Muna Hadiri HUT ke-28 PAN di JCC, Ringa Jhon: Gerak Cepat Harus Dirasakan Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 - 18:37 WIB

Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Feature

Jakarta Memberi Banyak Cerita

Jumat, 30 Okt 2026 - 19:11 WIB