FNEWS.ID, KENDARI – Produk arang tempurung kelapa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menembus pasar ekspor ke Cina. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pelaku usaha daerah dalam memperluas jejaring dagang internasional sekaligus memperkuat posisi komoditas unggulan Sultra di pasar global.
Ekspor tersebut merupakan hasil kemitraan antara PT Kadsa Resources Maju dan UD Bombana Zakir Group, yang terjalin melalui misi dagang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha Sultra berhasil membuka akses pasar dan menjalin kerja sama langsung dengan buyer dari Cina.
Direktur PT Kadsa Resources Maju, Jafal Nur Sawal, mengungkapkan bahwa peluang ekspor ini berawal dari misi dagang yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dari forum tersebut, pihaknya dipertemukan dengan produsen arang tempurung kelapa asal Kabupaten Bombana yang memiliki kapasitas produksi untuk kebutuhan ekspor.
“Hasil dari misi dagang ini membuka peluang kemitraan strategis. Kami kemudian bekerja sama dengan salah satu pelaku usaha produsen arang tempurung kelapa dari Bombana untuk ekspor ke Cina,” ujar Jafal.
Putra asli desa Wabintingi, kecamatan Loghiya, Kabupaten Muna ini menjelaskan, permintaan pasar Cina terhadap arang tempurung kelapa cukup besar dan berkelanjutan. Saat ini, buyer Cina meminta pasokan arang tempurung kelapa dengan volume mencapai 2.000 metrik ton per bulan. Karena itu, PT Kadsa Resources Maju mendorong kolaborasi seluruh pelaku usaha arang tempurung kelapa di Sultra agar mampu memenuhi kebutuhan pasar tersebut secara konsisten.
Jafal juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) H. Andi Sumangerukka, berupa fasilitasi ekspor langsung ke negara tujuan melalui Pelabuhan Bungkutoko. Menurutnya, ekspor langsung dari Sultra akan memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
“Dengan dukungan fasilitas ekspor langsung melalui Pelabuhan Bungkutoko, kami optimistis arang tempurung kelapa Sultra dapat bersaing dan menjadi komoditas unggulan ekspor yang berkelanjutan,” katanya.
Jafal bilang, keberhasilan ekspor arang tempurung kelapa ini diharapkan menjadi pemantik bagi komoditas unggulan Sulawesi Tenggara lainnya untuk menembus pasar global.
“Selain meningkatkan nilai tambah produk lokal, capaian ini juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat Sultra secara luas,” pungkasnya
Penulis : Rifat
Editor : Redaksi









