Sejarah Panjang Koperasi di Indonesia: Dari Hulp EN Spaarbank Hingga Dekopin

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

FNEWS.ID – Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya dalam memberdayakan ekonomi rakyat kecil. Sejarahnya panjang dan penuh perjuangan, menunjukkan bagaimana semangat gotong royong dan asas kekeluargaan telah menjadi jiwa dalam sistem ekonomi koperasi. Berikut adalah rangkaian sejarah koperasi di Indonesia dari masa ke masa:

Awal Mula Koperasi: 1896

Sejarah koperasi di Indonesia dimulai pada tahun 1896, ketika Raden Aria Wiria Atmaja, seorang patih dari Purwokerto, mendirikan Hulp en Spaarbank (Bank Bantuan dan Tabungan). Lembaga ini bertujuan membantu para pegawai negeri yang terlilit utang, yang saat itu menjadi korban lintah darat. Bank ini berbasis pada prinsip gotong royong, menjadi cikal bakal ide koperasi modern di Indonesia.

Periode Perkembangan Koperasi di Indonesia

  1. Tahun 1908 – Boedi Oetomo dan Koperasi Rumah Tangga
    Organisasi pergerakan Boedi Oetomo mencoba memperkenalkan ide koperasi dalam bentuk koperasi rumah tangga. Meski masih sederhana, hal ini mencerminkan kesadaran awal pentingnya ekonomi berbasis kebersamaan.
  2. Tahun 1911 – Serikat Dagang Islam (SDI)
    SDI mendirikan toko koperasi untuk membantu anggota dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini menjadi model awal koperasi konsumen di tanah air.
  3. Tahun 1927 – Studie Club dan Kebangkitan Gerakan Koperasi
    Kelompok Studie Club (cikal bakal Persatuan Bangsa Indonesia) mendorong kembali semangat koperasi sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan, menjadikannya gerakan sosial-ekonomi sekaligus politik.
Baca Juga:  Konflik Dibalik Awal Mula Berdirinya FIFA dan Piala Dunia

Koperasi di Masa Penjajahan Jepang

Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), koperasi mengalami tekanan berat:

  • Koperasi yang demokratis dilarang oleh pemerintah militer Jepang.
  • Koperasi diubah menjadi Kumiai, lembaga ekonomi yang digunakan oleh Jepang untuk mengumpulkan hasil bumi rakyat demi kepentingan perang.
  • Tidak ada lagi semangat kekeluargaan atau kemandirian ekonomi rakyat; koperasi hanya menjadi alat kekuasaan penjajah.

Era Kemerdekaan: Kelahiran Koperasi Nasional

  1. Tahun 1947 – Dekopin Didirikan
    Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah mendirikan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) untuk memperkuat kelembagaan dan arah koperasi secara nasional.
  2. Kongres Koperasi Pertama (12 Juli 1947)
    Diadakan di Tasikmalaya, Jawa Barat, kongres ini menghasilkan pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI). Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Nasional.

Landasan Hukum dan Penguatan Gerakan

  • Tahun 1958, pemerintah RI mengesahkan Undang-Undang Koperasi yang pertama, memberikan legitimasi dan dasar hukum kuat bagi koperasi di Indonesia.
  • UU ini memperkuat posisi koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945.
Baca Juga:  Dampak Penyerangan Jepang terhadap Pearl Harbor: Sebuah Titik Balik dalam Perang Dunia II

Drs. Moh. Hatta: Bapak Koperasi Indonesia

Drs. Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia, adalah tokoh penting dalam sejarah koperasi.
Beliau menyatakan bahwa:

“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.”

Karena peran aktif dan keyakinannya terhadap koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, Hatta pun dianugerahi gelar Bapak Koperasi Indonesia.

Koperasi Sebagai Gerakan Ekonomi Rakyat

Hingga saat ini, koperasi tetap diakui sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Koperasi hadir untuk:

  • Mengurangi kesenjangan ekonomi
  • Mendorong kemandirian masyarakat
  • Menumbuhkan semangat gotong royong
  • Membuka akses pembiayaan dan distribusi barang/jasa secara adil

Penutup

Sejarah koperasi di Indonesia adalah bukti bahwa ekonomi bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal kebersamaan, solidaritas, dan keadilan sosial. Dari Purwokerto hingga seluruh pelosok negeri, koperasi telah dan akan terus menjadi harapan bagi ekonomi rakyat Indonesia.

 

Dihimpun dari berbagai sumber, oleh redaksi fnews.id.

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Tanah Karst Menuju Banten: Catatan Perjalanan HPN 2026
Mengapa Visi Misi Menjadi Pondasi Penting Dunia Usaha
Ekor yang Menyimpan Cerita: Membaca Karakter Kucing dari Panjang dan Pendeknya Ekor
Merokok Sebabkan Dehidrasi, Kenali Efek dan Cara Mengatasinya
Jangan Asal Katakan! Begini Arti Kata Goblok dalam KBBI
KPU Sultra Mantapkan Persiapan Debat Publik Terakhir Cagub dan Cawagub
5 Cara Menggunakan AI untuk Keyword Research serta Contoh Prompt-nya
Sabuk Hitam: Simbol Kebijaksanaan dan Pengendalian Diri
Berita ini 226 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 09:31 WIB

Dari Tanah Karst Menuju Banten: Catatan Perjalanan HPN 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 12:27 WIB

Mengapa Visi Misi Menjadi Pondasi Penting Dunia Usaha

Senin, 12 Januari 2026 - 10:27 WIB

Ekor yang Menyimpan Cerita: Membaca Karakter Kucing dari Panjang dan Pendeknya Ekor

Kamis, 10 April 2025 - 11:29 WIB

Sejarah Panjang Koperasi di Indonesia: Dari Hulp EN Spaarbank Hingga Dekopin

Sabtu, 18 Januari 2025 - 09:17 WIB

Merokok Sebabkan Dehidrasi, Kenali Efek dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Kadis Pariwisata Muna, La Ode Masrul, saat mengunjungi salah satu situs yang berada di kawasan Karst Liang Kabori (Foto: Ist)

Feature

Liang Kabori, Saat Leluhur Berbicara dari Dinding Karst

Rabu, 4 Feb 2026 - 15:41 WIB

Blog

Mengapa Visi Misi Menjadi Pondasi Penting Dunia Usaha

Senin, 19 Jan 2026 - 12:27 WIB