Nastar, Kue Lebaran Yang Ada Sejak Zaman Kolonial

- Jurnalis

Kamis, 4 April 2024 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kue Nastar dalam Toples (Foto: Istimewa)

Kue Nastar dalam Toples (Foto: Istimewa)

FNEWS id – Momentum Lebaran Idul Fitri, mayoritas umat muslim di Sulawesi Tengara melakukan tradisi ‘Masiara’ atau silaturahmi dengan saling mengunjungi rumah keluarga maupun handai taulan.

Pada momentum itu pula, kerab kita menyaksikan deratan toples berisi kue kering yang tersusun rapi di meja tamu. Satu diantara toples biasanya berisi kue Nastar. Sehingga beberapa orang berpendapat kalau Nastar menjadi kue kering yang identik saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Menukil dari beberapa sumber, Nastar merupakan kue kering asal Belanda yang berisikan selai nanas. Dimana, jika dijabarkan dalam bahasa Belanda, Nanas berarti “Ananas” dan kue, mereka sebut Taartjes atau tart.

Baca Juga:  4 Ide Kegiatan Bersama Keluarga Mengisi Libur Lebaran Supaya Tidak Screentime Terus

Kue nastar pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh orang Belanda pada masa penjajahan. Pada awalnya, kue ini hanya disajikan pada acara-acara penting seperti Natal dan hari besar lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, kue nastar populer di Indonesia dan menjadi kue kering yang sangat disukai oleh masyarakat.

Nastar ini berasal dari kue pai khas Belanda yang berisi stroberi, apel dan bluberi. Namun, pada zaman penjajahan Belanda, Indonesia sulit menemukan stroberi, apel dan bluberi, maka nanas dijadikan alternatif penggantinya karena memiliki rasa asam yang serupa.

Pada masa kolonial, nastar menjadi kue khusus bangsawan. Yangmana ada tradisi mengantar kue nastar dari keluarga Eropa untuk kaum priyayi yang sedang merayakan lebaran. Serta sebagai kue yang disajikan saat Natal oleh keluarga Eropa. Bahkan, nastar ini dahulu hanya disajikan untuk bangsawan atau kaum priyayi. Namun, seiring berkembangnya zaman, nastar kini bisa dinikmati oleh semua kalangan.
.
Kini nastar sudah mengalami modifikasi, baik itu bahan, isi dan bentuknya. Di Indonesia, nastar ini dibentuk dengan ukuran bulat dan lebih kecil. Sementara di Belanda, memiliki ukuran besar. Bahkan kini nastar memiliki beragam rasa seperti coklat, keju hingga stroberi.

Berita Terkait

4 Ide Kegiatan Bersama Keluarga Mengisi Libur Lebaran Supaya Tidak Screentime Terus
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 April 2024 - 00:48 WIB

Nastar, Kue Lebaran Yang Ada Sejak Zaman Kolonial

Rabu, 3 April 2024 - 23:03 WIB

4 Ide Kegiatan Bersama Keluarga Mengisi Libur Lebaran Supaya Tidak Screentime Terus

Berita Terbaru

Ketua Penjaringan PBB Muna, Kaharudin Jalil saat menerima berkas pendaftaran Drs Bachrun, M.Si (Foto: Ist)

Berita

PBB Buka Pintu Untuk Bachrun Bertarung di Pilkada Muna

Selasa, 2 Jul 2024 - 22:27 WIB