Investor Indonesia Sukses Besar di Dunia Sepak Bola Italia: Dari Klub Seri D ke Seri A

- Jurnalis

Senin, 9 Desember 2024 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: pande.co.id

Foto: pande.co.id

 

FNEWS.ID – Kabar baik bagi penggemar sepak bola dan para investor, seorang konglomerat Indonesia berhasil mencetak keuntungan luar biasa, bahkan lebih dari 4.000%, dari investasi di dunia sepak bola Italia. Melalui langkah berani, Grup Djarum menunjukkan keahlian investasi mereka dengan membeli klub sepak bola Como 1907, yang kala itu nyaris tak dikenal dan bermain di divisi terendah Liga Italia, Seri D.

Pada 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda, Grup Djarum melalui perusahaan berbasis Inggris, Sent Entertainment Limited, membeli Como 1907 dengan nilai sekitar Rp10 miliar. Klub ini berada dalam kondisi kritis alias terpuruk hingga Seri D setelah serangkaian krisis finansial. Namun, dengan suntikan modal Rp160 miliar dan strategi manajemen yang jitu, Como 1907 berubah drastis. Kini, nilai klub melonjak menjadi Rp488 miliar, dan mereka sukses menembus Seri A, kasta tertinggi Liga Italia.

Sejarah Panjang dan Dinamis Como 1907
Berdiri sejak 1907, Como 1907 memiliki sejarah penuh lika-liku. Klub ini pernah berjaya di Seri A, tetapi juga mengalami kejatuhan hingga divisi terbawah. Berbagai masalah keuangan membuat klub ini bahkan harus merger dengan klub lokal lain pada 1926. Namun, semangat masyarakat lokal Como tetap membara, mendukung klub kesayangan mereka melewati setiap rintangan.

Baca Juga:  Ini Tata Cara dan Syarat Pindah Tempat Memilih di Pemilu 2024

Pada 2016, Como dinyatakan bangkrut. Namun, akuisisi oleh Grup Djarum menjadi titik balik yang monumental. Dalam waktu singkat, klub ini naik dari Seri D ke Seri C pada 2020, ke Seri B pada 2021, hingga akhirnya mencapai Seri A. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tim pelatih, termasuk peran dua pelatih asal Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Dani Suryadi, serta dukungan dari mantan pemain top seperti Cesc Fàbregas yang kini menjadi bagian dari manajemen klub.

Kunci Keberhasilan: Kombinasi Olahraga dan Hiburan
Investasi ini tidak semata-mata tentang olahraga. Grup Djarum melihat Como 1907 sebagai peluang besar di industri hiburan. Kota Como, dengan Danau Comonya yang indah, telah lama menjadi destinasi wisata premium bagi turis dari seluruh dunia. Keberadaan klub sepak bola menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat citra Como sebagai pusat hiburan dan wisata mewah.

Langkah ini menunjukkan visi Djarum yang melampaui sekadar olahraga. Dengan mengembangkan infrastruktur olahraga, menjalin kerja sama dengan pemerintah lokal, dan memanfaatkan potensi wisata, Como 1907 kini menjadi simbol sukses transformasi sebuah klub kecil menjadi raksasa baru di dunia sepak bola.

Baca Juga:  Waspada Parkir Liar Berkedok Tukar Uang di seputaran Kantor Balaikota Kendari

Keberhasilan ini memberikan inspirasi bahwa investasi strategis di bidang olahraga, bila dikelola dengan baik, dapat menghasilkan dampak besar, tidak hanya dari segi finansial tetapi juga pengaruh global. Bagi penggemar sepak bola dan investor, kisah Como 1907 adalah bukti bahwa visi besar dapat mengubah sesuatu yang kecil menjadi luar biasa.

Pemilik Como 1907 adalah Grup Djarum yang dimiliki oleh saudara kandung Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Pada tahun 2019, kedua bersaudara ini mengakuisisi klub sepak bola Italia tersebut melalui SENT Entertainment Ltd, perusahaan media dan hiburan yang berbasis di Inggris.

Como 1907 merupakan klub sepak bola yang bermarkas di Kota Como, Lombardy, Italia. Klub ini menjadi salah satu klub terkaya di Italia berkat kekayaan kedua bersaudara asal Indonesia tersebut.

Beberapa pemegang saham minoritas Como 1907, di antaranya adalah pelatih kepala saat ini, Cesc Fàbregas, dan legenda sepak bola Thierry Henry.

 

Penulis : Novrizal R Topa

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel fnews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya
Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas
Warondo Family FC Taklukkan Nihi FC 3-1, Juara Turnamen HUT ke-81 RI di Muna Barat
Dugaan Penipuan Jual Beli Mesin Pengupas Telur, Warga Lombok Klaim Rugi Rp8 Juta
HUT PAN ke-28, DPD PAN Muna Salurkan Sembako dan Santunan untuk 100 Anak
Syawalan PP Muhammadiyah, Haedar Nashir Tekankan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Lebaran
Ringa Jhon Nahkodai DPD PAN Muna, Konsolidasi Partai Dipacu Jelang Agenda Politik
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:57 WIB

Kartika Waode Hidupkan Cerita Wuna Lewat Lagu “Wuna Liwu Kasintaha”, Begini Liriknya

Sabtu, 19 September 2026 - 18:37 WIB

Muaythai Kendari Tata Organisasi, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

352 Karateka Ramaikan Turnamen TAKO Sultra 2026, Jadi Ajang Ukur Kemampuan dan Sportivitas

Minggu, 6 September 2026 - 23:05 WIB

Warondo Family FC Taklukkan Nihi FC 3-1, Juara Turnamen HUT ke-81 RI di Muna Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Dugaan Penipuan Jual Beli Mesin Pengupas Telur, Warga Lombok Klaim Rugi Rp8 Juta

Berita Terbaru