PJMI-FKIP UIA-DDII Jakarta Selenggarakan Bedah Buku Genocyda Uyghur

- Jurnalis

Minggu, 10 Maret 2024 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku Genocyda Uyghur. Foto: Ist

Buku Genocyda Uyghur. Foto: Ist

JAKARTA, FNEWS.id – Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indonesia (FKIP UIA) dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta akan menyelenggarakan bedah buku “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur”.

Kegiatan akan berlangsung di Kampus 1 UIA Jatiwaringin-Pondok Gede, Sabtu 16 Maret 2024, dibarengi dengan buka puasa bersama.

Ketua Umum PJMI H. Ismail Lutan mengatakan, bedah buku merupakan salah program organisasi sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan umat Muslim di belahan dunia lain.

“Buku ini menarik untuk dikritisi. Makanya kami membedah untuk mengetahui lebih dalam mengenai eksistensi dan problem Muslim Uyghur,” tutur Ismail Lutan kepada pers.

Baca Juga:  FPRMI Audiensi ke Otorita IKN, Achmad Jaka: Pers Harus Lahirkan Influencer

Dijelaskan, isu Muslim Uyghur selalu mendapat perhatian dunia internasional. Karena tidak saja menyangkut eksistensi Muslim di sana tetapi juga umat Islam secara keseluruhan.

“Buku “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur” karya Abdulhakim Idris ini merupakan sebuah karya tulis yang penting untuk dipelajari dan dibahas lebih lanjut. Isu kolonisasi dan genosida yang dialami oleh Uyghur di Xinjiang, China, merupakan masalah kemanusiaan yang mendesak untuk diperhatikan oleh masyarakat internasional,” tambah Ismail Lutan.

Sementara Dekan FKIP UIA DR. Misbah Fikrianto, MM, M.Si., sangat mengapresiasi bedah buku yang dilakukan oleh PJMI. Makanya, pihaknya, dengan senang hati bekerjasama.

Baca Juga:  Pos Indonesia Optimal Dukung Layanan Publik

“Program PJMI ini sangat bagus. Maka kami senang bekerjasama dengan mereka. Saya yakin bedah buku ini akan menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang Muslim Uyghur. Saya pun mengajak umat Muslim untuk mengikutinya,” tutur DR. Misbah.

Bedah buku yang dilanjutkan dengan buka bersama itu akan menampil pembicara Abdulhakim Idris. Abdulhakim Idris adalah penulis bukunya yang merupakan orang Uygur asli. Kemudian penerjemah buku Imam Sopyan. Yang ketiga wartawan senior, Sekjen Islamic Center Bekasi yang pernah mengunjungi Uyghur, Amin Idris.
Peserta diskusi adlah wartawan, akademisi dan masyarakat umum.

Berita Terkait

Plastik Odyssey Berlabuh di Kendari 
ASDP Berhasil Kendalikan Ramainya Trafik Libur Idul Adha di Lintasan Utama Jawa, Sumatera, dan Bali 
SKB Tiga Menteri Tetapkan Hari Libur Nasional di Bulan Mei
KIP Sebutkan Tiga Jenis Informasi Yang Dilarang Bagi Publik Dalam Rakernis Humas
Koramil Laren Sambut Kedatangan TK ABA Desa Centini
Sambut Ramadan, Ponpes Al-Fatah Cileungsi Gelar Festival Sya’ban 1445 H
FPRMI Audiensi ke Otorita IKN, Achmad Jaka: Pers Harus Lahirkan Influencer
Junaidi Rusli Siap Ramaikan Panggung Konferensi PWI Banten
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 08:15 WIB

Plastik Odyssey Berlabuh di Kendari 

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:38 WIB

ASDP Berhasil Kendalikan Ramainya Trafik Libur Idul Adha di Lintasan Utama Jawa, Sumatera, dan Bali 

Selasa, 7 Mei 2024 - 07:53 WIB

SKB Tiga Menteri Tetapkan Hari Libur Nasional di Bulan Mei

Selasa, 23 April 2024 - 19:51 WIB

KIP Sebutkan Tiga Jenis Informasi Yang Dilarang Bagi Publik Dalam Rakernis Humas

Minggu, 10 Maret 2024 - 14:29 WIB

PJMI-FKIP UIA-DDII Jakarta Selenggarakan Bedah Buku Genocyda Uyghur

Berita Terbaru

Ketua Penjaringan PBB Muna, Kaharudin Jalil saat menerima berkas pendaftaran Drs Bachrun, M.Si (Foto: Ist)

Berita

PBB Buka Pintu Untuk Bachrun Bertarung di Pilkada Muna

Selasa, 2 Jul 2024 - 22:27 WIB